MOTIVASI, JANTUNGNYA PROSES BELAJAR
MOTIVASI, JANTUNGNYA PROSES BELAJAR
Pentingnya menjaga motivasi pelajar pada proses belajar-mengajar tidak dapat dipungkiri lagi. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh motivasi, karena motivasi merupakan jantungnya proses belajar yang menjadi pangkal pokok keberhasilan suatu proses pendidikan yang harus dipecahkan oleh pendidik. Oleh karena motivasi begitu penting dalam proses pembelajaran, maka tugas guru yang pertama dan terpenting adalah membangkitkan atau membangun motivasi pelajar terhadap apa yang akan dipelajari oleh pelajar. Motivasi bukan saja menggerakkan tingkah laku, tetapi juga mengarahkan dan memperkuat tingkah laku. Pelajar yang bermotivasi dalam pembelajaran akan menunjukkan minat, semangat dan ketekunan yang tinggi dalam pelajaran, tanpa banyak bergantung kepada guru.
a. Pengertian motivasi
Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak dan bertingkah laku. Dengan demikian motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Mc. Donald menyatakan bahwa motivasi adalah perubahan dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
b. Peranan motivasi dalam belajar
Motivasi pada dasarnya dapat membantu memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peran penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran, diantaranya:
1) Menentukan hal-hal yang dapat dijadikan sebagai penguat belajar.
2) Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai.
3) Menentukan ragam kendali terhadap rangsangan belajar.
4) Menentukan ketekunan belajar.
Guru seharusnya menggunakan masa yang banyak sewaktu mengajar untuk memotivasi pelajar-pelajarnya. Pelajar yang termotivasi dengan baik dalam pelajaran akan melakukan lebih banyak aktivitas dan lebih cepat belajar jika dibandingkan dengan pelajar yang kurang atau tidak termotivasi semasa belajar. Ini menandakan, jika guru dapat membangunkan motivasi pelajar terhadap pelajaran yang diajar maka diharapkan pelajar akan sentiasa meminati mata pelajaran tersebut. Guru dapat memahami motivasi belajar jika sewaktu mengajar dia dapat melaksanakan langkah-langkah seperti berikut:
1) Mengenal pasti tingkat kecerdasan para pelajar.
2) Melaksanakan tehnik memotivasi pelajar.
3) Merumuskan tujuan belajar dan mengaitkan tujuan belajar dengan keperluan dan minat pelajar.
4) Menerapkan kemahiran bertanya kepada pelajar.
5) Melaksanakan aktivitas pengajaran dengan urutan yang sistematik.
6) Melaksanakan penilaian diagnostik.
7) Melaksanakan komunikasi interpersonal.
Indikator-indikator yang menunjukkan bahwa seorang siswa telah memiliki motivasi belajar adalah:
1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil.
2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan.
4) Adanya penghargaan dalam belajar.
5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif
c. Macam-macam motivasi
Berbicara tentang macam dan jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, motivasi atau motif-motif yang aktif itu sangat bervariasi.
1) Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
a) Motif bawaan
Motif ini merupakan motif bawaan sejak lahir yang tidak perlu dipelajari. Misalnya dorongan makan dan seksual. Sering disebut dengan phisiological drives
b) Motif yang dipelajari
Motif ini timbul karena dipelajari, yaitu motif yang diisyaratkan secara sosial. Sering disebut affiliative needs.
2) Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
Perbuatan individu, selain ada yang muncul karena adanya motif asli yang telah dibentuk oleh pengaruh lingkungan, ada juga yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan yang muncul tanpa perlu adanya ganjaran atau hukuman atas perbuatannya. Motivasi yang timbul karena motif dari diri sendiri seperti ini dinamakan motivasi intrinsik. Sebaliknya motivasi yang muncul karena adanya ganjaran atau hukuman dari pihak luar disebut motivasi ekstrinsik.
Motif-motif intrinsik lebih kuat untuk memunculkan suatu motivasi dan tindakan dari pada motif-motif ekstrinsik. Meskipun demikian, motivasi ekstrinsik juga penting adanya, termasuk dalam kegiatan belajar, karena kemungkina besar keadaan siswa itu dinamis, berubah-ubah, dan juga kemungkinan komponen-komponen dalam belajar kurang menarik sehingga membutuhkan motivasi ekstrinsik.
d. Bentuk-bentuk motivasi di kelas
Peranan motivasi di dalam kegiatan belajar-mengajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Diantara tehnik yang dapat digunakan guru untuk memotivasi siswa adalah:
1) Pernyataan penghargaan secara verbal.
2) Menggunakan nilai ujian sebagai pemacu keberhasilan.
3) Menimbulkan rasa ingin tahu.
4) Menggunakan materi yang dikenal siswa sebai contoh.
5) Menjadikan tahap dini dalam belajar mudah.
6) Mengurangi akibat yang tidak menyenangkan.
7) Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai.
8) Membuat susana persaingan yang sehat diantara siswa.
9) Memberikan uswah hasanah.

0 komentar:
Posting Komentar